Harga Minyak Brent US$100 Bikin Investor Waswas, IHSG Terkoreksi
Muhammad Fikri
24 July 2026 11:45

Bloomberg Technoz, Jakarta - Lonjakan harga minyak mentah Brent yang kembali menembus level psikologis US$100 per barel memicu kekhawatiran pelaku pasar dan mendorong aksi ambil untung di pasar saham Indonesia. Sentimen tersebut membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi di tengah kembali munculnya aksi jual investor asing.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand mengatakan, koreksi IHSG pada perdagangan hari ini lebih dipengaruhi aksi profit taking setelah indeks menyentuh area resistance psikologis 6.400, yang bertepatan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik sehingga mengerek harga minyak Brent ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
"Koreksi hari ini lebih didominasi profit taking setelah IHSG menyentuh area resistance psikologis 6.400, sekaligus bertepatan dengan eskalasi geopolitik yang mendorong Brent menyentuh US$100 per barel. Kenaikan harga minyak tajam memicu risk-off global yang mendorong rotasi keluar dari aset berisiko secara mekanis, termasuk pasar saham emerging markets," kata Abida kepada Bloomberg Technoz, Jumat (24/7/2026).
Menurut Abi, tekanan terhadap pasar saham hari ini lebih banyak berasal dari faktor eksternal dibandingkan sentimen domestik. Lonjakan harga minyak menjadi pemicu utama investor global mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk di pasar negara berkembang.
"Faktor global mendominasi hari ini. Lonjakan Brent ke US$100 adalah pemicu eksternal yang tidak bisa dikontrol sentimen domestik, sehingga net sell asing hari ini lebih merupakan respons mekanis terhadap risk-off global dibanding kekhawatiran spesifik terhadap fundamental Indonesia yang justru sedang dalam tren membaik," ujarnya.






























