Logo Bloomberg Technoz

Trump Patok Tarif Baru, Negara Sekutu di Asia Layangkan Protes

News
24 July 2026 11:40

Pidato Trump (1/4/2026) (Dok. YouTube The White House)
Pidato Trump (1/4/2026) (Dok. YouTube The White House)

James Mayger - Bloomberg News

Bloomberg, Negara-negara di kawasan Asia menggambarkan kebijakan tarif impor terbaru dari pemerintahan Donald Trump sebagai langkah yang tidak berdasar dan tidak memiliki alasan yang jelas. Kendati demikian, negara-negara tersebut belum mengambil langkah balasan.

Amerika Serikat (AS) pada hari Kamis (23/7) menyatakan akan memungut bea masuk antara 10% hingga 12,5% atas produk impor dari sebagian besar mitra dagang utamanya. Langkah ini diambil menyusul investigasi atas dugaan kegagalan sekitar 60 negara dalam mencegah praktik kerja paksa pada rantai pasok mereka.


Keputusan tersebut “sangat mengecewakan tetapi tidak mengejutkan. Presiden Trump berkampanye dengan mengusung isu tarif dan inilah konsekuensinya,” ujar Menteri Perdagangan dan Investasi Selandia Baru Todd McClay. Sementara itu, Australia menyebut tindakan AS “tidak beralasan” dan tidak sejalan dengan perjanjian perdagangan bebas yang dimiliki kedua negara, menurut pernyataan dari Menteri Perdagangan Don Farrell, yang menegaskan bahwa AS seharusnya mencabut bea masuk baru tersebut.

Singapura turut melayangkan penolakan terhadap kebijakan baru ini. Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan menegaskan tidak ada pembenaran ekonomi atas tindakan tersebut. Jepang juga mengisyaratkan kekecewaannya dan tengah meminta kepastian bahwa pengenaan tarif ini tetap mematuhi kesepakatan yang telah dicapai dengan AS tahun lalu.