Logo Bloomberg Technoz

Abida menilai aksi jual asing pada perdagangan hari ini juga belum cukup menjadi sinyal pembalikan tren aliran modal keluar dari pasar saham Indonesia. Menurutnya, tekanan jual investor asing telah jauh berkurang dibandingkan beberapa pekan sebelumnya seiring pemulihan IHSG dari titik terendah pada awal Juni.

"Lebih mencerminkan profit taking teknikal di resistance 6.400 dibanding perubahan tren. Tekanan net sell asing sudah mulai mereda signifikan selama seminggu terakhir seiring IHSG rebound dari titik terendah sekitar 5.300-an pada 8 Juni 2026. Satu hari net sell di area resistance tidak cukup untuk menyimpulkan pembalikan tren yang baru saja terbentuk," ucap dia.

Pandangan serupa disampaikan Analis Panin Sekuritas Muhammad Zaidan. Menurut dia, aksi jual investor asing masih sejalan dengan pola yang terjadi di sejumlah negara berkembang lain di tengah meningkatnya sentimen risk-off global.

"Net sell asing ini masih inline dengan negara peers. Sentimen utamanya masih mengacu pada harga futures minyak Brent yang kembali menyentuh US$100 per barel," ujar Zaidan.

Ia menambahkan, pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini lebih mencerminkan aksi ambil untung yang wajar setelah indeks menguat lebih dari 10% sejak awal Juli. Menurutnya, kenaikan harga minyak menjadi justifikasi sentimen pasar untuk merealisasikan keuntungan.

Meski demikian, Zaidan menilai tekanan terhadap arus dana asing mulai mereda. Kebijakan Bank Indonesia yang telah memulai siklus kenaikan suku bunga serta berbagai bauran kebijakan lain dinilai mulai menopang stabilitas nilai tukar rupiah.

Ke depan, Abida memperkirakan IHSG akan bergerak konsolidatif di kisaran 6.100-6.400 sambil mencermati perkembangan konflik geopolitik, dampak harga minyak terhadap inflasi global, arah suku bunga Federal Reserve pada paruh kedua 2026, serta konsistensi kembalinya aliran dana asing ke pasar domestik.

Pada bagian lain, Zaidan menilai musim laporan keuangan kuartal II-2026, data pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta perkembangan evaluasi MSCI terhadap status Indonesia di indeks Emerging Market juga akan menjadi katalis penting bagi pergerakan pasar.

(fik/red)

No more pages
← Prev article

Artikel Terkait

Baca Juga

Lainnya

Bloomberg Businessweek Indonesia

Z-Zone