“Sangat disayangkan bahwa tarif dikenakan terhadap Jepang,” tegas Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara dalam konferensi pers berkala pada hari Jumat. “Kami juga sedang mengonfirmasi kepada pihak AS bahwa pada akhirnya tidak akan ada tarif yang melebihi ketentuan yang tercantum dalam perjanjian tahun lalu.”
Tarif yang dikaitkan dengan isu kerja paksa itu merupakan upaya Donald Trump menghidupkan kembali kebijakan proteksionismenya setelah tarif sebelumnya dibatalkan Mahkamah Agung AS. Setelah putusan tersebut, Trump memberlakukan tarif impor global sebesar 10% yang akan berakhir pada Jumat. Tarif baru mulai berlaku pada Jumat pukul 00.01 waktu New York sehingga tidak ada jeda antara kedua kebijakan tersebut.
Disebut Tidak Kredibel
Sekutu-sekutu AS membantah tuduhan adanya praktik kerja paksa di negara mereka.
“Langkah-langkah Australia untuk memerangi kerja paksa dan perbudakan modern termasuk yang terkuat di dunia, dan kepemimpinan kami diakui secara global, termasuk di AS,” kata Farrell.
McClay juga menegaskan, "Sama sekali tidak masuk akal jika impor yang dihasilkan melalui kerja paksa memainkan peran yang signifikan dalam perekonomian Selandia Baru." Ia menyebut penyelidikan Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) sebagai "dalih hukum" untuk memberlakukan tarif baru.
Menurut Wendy Cutler, mantan negosiator perdagangan sekaligus pengacara AS yang kini bergabung dengan Asia Society Policy Institute, kenaikan tarif terbaru ini lebih kecil kemungkinannya untuk dibatalkan oleh pengadilan dibandingkan tarif yang diberlakukan tahun lalu.
"Mitra dagang AS tentu akan kecewa dengan hasil ini, tetapi aksi balasan tampaknya tidak akan dilakukan," ujarnya. "Namun mereka kemungkinan akan terus berupaya mengurangi ketergantungan terhadap pasar AS dengan menjalin lebih banyak perjanjian perdagangan satu sama lain."
Kenaikan tarif tersebut diperkirakan tidak akan berdampak pada sebagian besar barang yang masuk ke AS karena terdapat berbagai pengecualian dan kuota dalam sejumlah perjanjian perdagangan bebas yang dimiliki AS dengan negara-negara mitranya. Sebagai contoh, lebih dari 40% ekspor Selandia Baru ke AS pada kuartal lalu berupa daging sapi yang masuk dengan tarif hampir 0%. Ekspor daging sapi Australia ke AS juga tidak dikenakan tarif.
(bbn)





























