Harga Minyak Turun Dekati US$97 per Barel, Gimana Arah Hari Ini?
Redaksi
25 July 2026 08:28

Bloomberg, Kabar pasokan minyak yang masih bisa melewati rute perdagangan Timur Tengah, walau terjadi eskalasi konflik belum lama ini ditambah ancaman serangan militer dari Amerika Serikat, membuat harga minyak dunia jenis Brent kembali melandai di bawah US$100.
Patokan global ini turun sekitar 4% pada hari Jumat dan ditutup di dekat US$97 per barel, penurunan harian terbesar sejak akhir Juni. Harga minyak mentah merosot karena para pedagang mencerna serangkaian laporan mengenai arah perundingan damai AS-Iran yang terhenti, sementara indikator momentum menandakan jeda yang sudah lama tertunda setelah kenaikan harga minyak yang pesat.
Penurunan semakin dalam setelah Reuters melaporkan bahwa Pakistan sedang menjajaki cara untuk melanjutkan pembicaraan damai AS-Iran yang terhenti, sementara The New York Times menyebutkan bahwa Presiden Donald Trump bertemu dengan para penasihat utama dan anggota kabinet seniornya pada hari Jumat untuk membahas apakah akan meningkatkan serangan militer AS terhadap Iran.
Pasar “kecemasan menanti langkah Trump selanjutnya” dan “mengalami trauma akibat posisi long setelah upaya sebelumnya untuk menembus level US$100 pada Brent,” kata Scott Shelton, analis energi di TP ICAP Group Plc.
Faktor-faktor teknis turut mendorong koreksi harga setelah komoditas tersebut mencapai angka tiga digit pada sesi sebelumnya menyusul serangan terhadap kapal tanker di Laut Merah. Para pedagang beramai-ramai membeli opsi dalam jumlah rekor untuk melindungi diri dari kemungkinan meredanya konflik antara AS dan Iran secara tiba-tiba.




























