Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, kredit ke ekosistem bisnis penopang ekonomi alias kredit ke sejumlah perusahaan besar mengalami pertumbuhan sebesar 17,7% secara yoy menjadi sebesar Rp767 triliun di sepanjang kuartal II-2026.

Untuk ekosistem kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kerakyatan di kuartal II-2026 perusahaan pelat merah tersebut mencatat pertumbuhan sebesar 15,7% yoy ke angka Rp31,3 triliun.

Kredit Komersial Naik 15% di Semester I-2026

Sementara itu, untuk kredit komersial, Bank Mandiri mencatat pertumbuhan sebesar 15% secara yoy atau senilai Rp343 triliun di sepanjang Semester I-2026. Dalam pemaparannya Bank Mandiri menyebut telah bermitra dengan 55 ribu usaha komersial di seluruh Indonesia.

“Pertumbuhan tersebut tidak hanya tinggi tetapi juga semakin berkualitas. Rasio NPL segmen komersial Bank Mandiri terus membaik secara konsisten mencapai level 0,63% pada semester pertama tahun 2026,” kata Totok Priyambodo, Direktur Commercial Banking Bank Mandiri, Kamis (23/7/2026).

Totok menyebut bahwa pertumbuhan tersebut juga tersebar di berbagai daerah dengan pertumbuhan tertinggi di Jakarta dan Banten sebesar 19,1%, disusul Kalimantan 15,3%, lalu Jawa dan Daerah Istimewa Yogyakarta 11,7%, sementara Sumatra dan wilayah lainnya sebesar 6,78%. 

“Sebaran ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya terjadi di pusat-pusat bisnis tetapi juga semakin merata ke berbagai daerah dengan potensi ekonomi besar,” katanya.

Sementara apabila dilihat dari sektor pembiayaan disebutkan bahwa perkebunan sawit menjadi sektor yang paling banyak berkontribusi pada kredit komersial Bank Mandiri sebesar 15%.

Sektor lain yang memiliki peran besar diantaranta sektor jasa dan transportasi sebesar 11%, energi, air, dan food & beverages sebesar 10%, industri batu bara sebesar 7% dan industri jasa keuangan sebesar 5%.

(ell)

No more pages