Logo Bloomberg Technoz

Perusahaan asal Korea Selatan ini memiliki beberapa insinyur di tim R&D yang didedikasikan untuk menguji dan menerapkan fitur privasi baru, kata Jaein Choi, EVP yang bertanggung jawab atas divisi mobile experience  Samsung, dalam sebuah konferensi pers.

Produk perusahaan ini akan mencegah perekaman jika lampu LED yang berfungsi sebagai sinyal perekaman ditutupi atau terhalang. (Meta juga menerapkan hal ini.) 

Samsung juga berjanji dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu untuk tidak menggunakan audio pelanggan, berbagi layar, atau data video dari kacamata pintar untuk melatih model artificial intelligence (AI).

Choi mengatakan bahwa sensitivitas konsumen terhadap potensi risiko privasi “sangat bergantung pada budaya, masing-masing negara, dan regulasi,” kata Choi, dan bahwa ini merupakan “masalah yang dihadapi bersama oleh industri.”

Samsung Menyatakan Kekhawatiran Privasi Terkait Kacamata Pintar Memerlukan Solusi di Tingkat Industri (Dok. Bloomberg)

Choi menambahkan bahwa membangun kepercayaan dengan konsumen, bersikap transparan mengenai kebijakan data, dan memberikan kendali kepada pengguna, sangatlah penting. “Penyalahgunaan yang disengaja perlu diantisipasi dan dicegah Namun, jika inovasi dihentikan, kita tidak akan kemana-mana.”

Walau ada penolakan yang viral, kategori ini semakin populer. Pengiriman kacamata pintar tanpa layar bawaan melonjak 167% pada kuartal pertama, menurut firma riset IDC. Hal ini membuka peluang bagi pendatang baru seperti Samsung.

Gelombang pertama produk perusahaan dalam kategori ini akan berfokus pada interaksi suara dengan asisten AI Gemini dari Google, kata Choi. Samsung menolak untuk mengungkapkan nama produk, harga, atau tanggal rilis pastinya saat ini.

Setelah diluncurkan, kacamata tersebut diklaim dirancang untuk terintegrasi ke dalam ekosistem perangkat perusahaan yang lebih luas, yang mencakup smartphone lipat dan jam tangan pintar baru yang diumumkan pada hari Rabu.

Kacamata dengan layar terintegrasi akan menyusul, ungkap Choi, dengan syarat produk tersebut dapat memenuhi standar kualitas tertentu.

Menurut Samsung, kacamata ini dilengkapi sejumlah komponen yang dirancang khusus, termasuk engsel dan gagang canggih yang mampu menahan tekanan saat diputar atau ditarik. Choi menambahkan bahwa kacamata ini dapat bertahan hingga sembilan jam dalam “penggunaan intensif,” angka yang sebelumnya belum pernah diungkapkan oleh Samsung.

Samsung Menyatakan Kekhawatiran Privasi Terkait Kacamata Pintar Memerlukan Solusi di Tingkat Industri (Dok. Bloomberg)

Samsung menegaskan bahwa memprioritaskan keseimbangan bobot yang nyaman saat mempertimbangkan komponen internal seperti baterai dan speaker. 

Samsung juga berupaya memastikan pengguna tidak akan merasakan panas dari perangkat di wajah mereka. Kacamata ini telah melalui serangkaian pengujian ekstensif terkait ketahanan terhadap air, panas, kelembapan, keringat, dan tabir surya, kata Choi.

Masih ada banyak ide yang akan datang: Choi dari Samsung mengatakan bahwa perusahaannya telah mengajukan lebih dari 200 paten yang terkait dengan kategori kacamata pintar, dan hanya sebagian kecil dari paten tersebut yang terwujud dalam perangkat generasi pertama ini.

(bbn)

No more pages