"Yang benar, saya kira secara akal, kalau benar itu kemudian kita tinggal cek dasar hukumnya. Harusnya sih oke lah ya. Tadi saya bilang juga kalau orang itu misalnya berbisik-bisik terus rapat-rapat rahasia empat mata, kemudian ya sudah lah kita terang-terangan aja ya. Indonesia cerah, enggak perlu gelap-gelap," ujarnya.
Sudaryono mengakui MBG merupakan program yang selalu menjadi perhatian publik, baik di media massa maupun di media sosial. Karena itu, ia memahami bahwa program tersebut kerap memunculkan perdebatan dan menjadi topik yang mudah viral.
Meski demikian, ia meminta agar kritik terhadap MBG tetap didasarkan pada fakta. Menurutnya, setiap pelanggaran harus diungkap apabila memang terbukti terjadi, tetapi jangan sampai disertai hoaks, fitnah, atau penyampaian informasi yang menyesatkan.
"Saya paham orang itu kemudian gampang sekali membuat sensasi dengan tema MBG. Gampang sekali kemudian jadi viral. Tapi seviral apa pun, enggak ada masalah. Tapi saya ingin kebenaran kemudian diberitakan atau diposting. Kalau ada pelanggaran, pelanggaran itu memang ada kebenaran," katanya.
Ia juga mengajak seluruh pihak, khususnya media, untuk bersama-sama mengawal perbaikan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis secara arif dan bertanggung jawab.
"Jangan sampai kita kemudian ada hoaks, ada fitnah, kemudian ada misinterpretasi, atau mungkin sabotasi dan lain-lain. Please lah ya. Ini kita kerja bareng, kerja semua. Dan saya minta semua, saya mohon kepada rekan media dan semuanya untuk kemudian secara arif dan benar," ujar Sudaryono.
(dec/spt)





























