Lonjakan harga minyak tersebut menekan pasar obligasi AS (Treasuy) pada hari Rabu, mendorong imbal hasil (yield) tenor dua tahun naik empat basis poin. Sementara itu, imbal hasil obligasi AS tenor 30 tahun bertahan di atas level 5% untuk durasi terlama sejak awal krisis keuangan, mencerminkan kekhawatiran para investor atas membengkaknya tumpukan utang dan tingginya angka inflasi yang persisten.
Laporan keuangan Alphabet menandai dimulainya ujian krusial bagi tren perdagangan saham AI. Setelah aksi jual saham teknologi pekan lalu—yang sempat menyeret indikator saham produsen cip ke zona pasar yang melemah—kinerja keuangan dalam dua minggu ke depan bakal dicermati secara ketat guna mencari sinyal apakah investasi ratusan miliar dolar pada sektor AI telah mulai menghasilkan imbal hasil yang sepadan.
“Kami tetap optimis terhadap prospek pertumbuhan AI, namun kami lebih menyukai paparan portofolio yang lebih seimbang di seluruh rantai nilai AI—mulai dari semikonduktor dan perangkat keras hingga saham teknologi megacap dan area industri yang lebih defensif,” ujar Ulrike Hoffmann-Burchardi dari UBS Chief Investment Office. “Investor juga harus memastikan adanya diversifikasi di luar sektor AI.”
Alphabet kini memperkirakan belanja modal tahun ini mencapai hingga US$205 miliar, melampaui proyeksi sebelumnya sekaligus jauh di atas ekspektasi Wall Street. Dalam paparan kepada analis, para eksekutif perusahaan mengatakan Alphabet mempercepat investasi pada kapasitas komputasi AI untuk memenuhi lonjakan permintaan.
Sebagai perusahaan teknologi berkapitalisasi besar pertama di AS yang melaporkan kinerja musim ini, Alphabet menjadi penentu arah bagi sektor yang secara kolektif telah menggelontorkan ratusan miliar dolar untuk pembangunan infrastruktur AI. Investor kini menantikan laporan Microsoft Corp, Meta Platforms Inc, dan Amazon.com Inc pekan depan untuk melihat arah belanja modal mereka.
"Optimisme terhadap AI masih terjaga, tetapi kini beban pembuktian sepenuhnya berada di pundak manajemen perusahaan," tulis Chief Investment Officer Siebert Financial, Mark Malek. "Dalam paparan kinerja berikutnya, perhatian investor akan lebih tertuju pada tingkat pengembalian investasi daripada sekadar ambisi di bidang AI."
Di Asia, yen Jepang masih menjadi perhatian setelah awal pekan ini melemah ke level terendah sejak 1986.
Meski Bank of Japan (BOJ) secara umum diperkirakan menaikkan suku bunga setiap sekitar enam bulan, sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan internal mengatakan bank sentral terbuka untuk mempercepat kenaikan apabila diperlukan. Hal itu didasarkan pada indikasi bahwa inflasi mulai mengakar.
"Para pembuat kebijakan Jepang menghadapi tantangan berat untuk menopang nilai tukar yen ketika harga minyak kembali mendekati US$100 per barel," kata analis strategi MUFG Bank, Lee Hardman.
Ketegangan geopolitik juga tetap menjadi perhatian. Presiden Donald Trump mengancam akan menyerang jembatan dan pembangkit listrik di Iran jika Teheran terus menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz. Iran pun membalas dengan peringatan serupa.
Eskalasi terbaru tersebut memicu kekhawatiran bahwa kenaikan harga energi akan membuat inflasi tetap tinggi dan mempersulit arah kebijakan Federal Reserve. Menjelang rapat bank sentral AS pekan depan, pasar uang memperkirakan peluang sekitar 30% untuk kenaikan suku bunga dan 70% kemungkinan suku bunga dipertahankan.
"Upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah praktis terhenti karena serangan militer terus berlanjut tanpa tanda-tanda mereda," kata Ian Lyngen dari BMO Capital Markets. "Reli harga energi terus membebani pasar obligasi pemerintah AS seiring meningkatnya intensitas konflik antara Amerika Serikat dan Iran."
Pergerakan utama pasar:
Saham
- Kontrak berjangka S&P 500 relatif tidak berubah hingga pukul 09.17 waktu Tokyo.
- Kontrak berjangka Hang Seng naik 0,3%.
- Indeks Topix Jepang naik 0,4%.
- Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,9%.
- Kontrak berjangka Euro Stoxx 50 naik 0,6%.
Mata Uang
- Indeks Bloomberg Dollar Spot relatif tidak berubah.
- Euro stabil di US$1,1412.
- Yen Jepang stabil di level 163,10 per dolar AS.
- Yuan offshore stabil di 6,7739 per dolar AS.
- Dolar Australia turun 0,1% menjadi US$0,6990.
Kripto
- Bitcoin naik 0,5% menjadi US$66.208,66.
- Ether naik 0,5% menjadi US$1.936,67.
Obligasi
- Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun relatif tidak berubah di 4,65%.
- Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik 1,5 basis poin menjadi 2,750%.
- Imbal hasil obligasi pemerintah Australia tenor 10 tahun relatif tidak berubah di 4,98%.
Komoditas
- Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 1,4% menjadi US$88,07 per barel.
- Harga emas spot relatif tidak berubah.
Artikel ini disusun dengan bantuan Bloomberg Automation.
(bbn)





























