Logo Bloomberg Technoz

Serangan Houthi di Laut Merah Perluas Eskalasi Konflik AS-Iran

News
23 July 2026 06:45

Para pengikut Houthi dalam sebuah demonstrasi sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina, di Sana'a, Yaman pada 18 Februari. (Dok: Bloomberg)
Para pengikut Houthi dalam sebuah demonstrasi sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina, di Sana'a, Yaman pada 18 Februari. (Dok: Bloomberg)

Kate Sullivan, Courtney Subramanian dan Arsalan Shahla - Bloomberg News

Bloomberg, Kelompok Houthi di Yaman, yang sebelumnya mengancam akan membuka lini pertempuran baru dalam perang Iran, mengklaim telah menggempur dua kapal tanker minyak di Laut Merah.

Beberapa menit sebelum pernyataan Houthi dirilis pada hari Rabu (22/7), Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan bahwa nahkoda sebuah kapal tanker mengonfirmasi bahwa kapalnya diserang di barat daya Al Shuqaiq, kawasan pesisir Laut Merah milik Arab Saudi. Pihak Arab Saudi belum memberikan komentar resmi terkait serangan tersebut.


Kawasan Laut Merah kini menjadi rute alternatif vital bagi ekspor minyak mentah, khususnya dari Arab Saudi, di tengah gangguan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Harga minyak mentah Brent melonjak menembus US$95 per barel dalam perdagangan setelah penutupan pasar, sementara minyak mentah AS naik hingga 1,8% pada awal perdagangan Kamis hingga diperdagangkan di atas US$88 per barel.

Kelompok Houthi—klan asal utara Yaman yang disokong Iran—sebelumnya sempat mengganggu jalur pelayaran melalui serangan drone dan rudal setelah Israel memulai kampanye militernya terhadap Hamas di Gaza. Aksi-aksi serangan tersebut sempat terhenti seiring kesepakatan gencatan senjata pada Mei 2025.