Terhitung sejak 2024, para penyidik telah menyita lebih dari 500.000 kartu SIM dari “farm” di 15 negara bagian, beserta lebih dari $700.000 keuntungan ilegal, kata badan tersebut. Agen yang terlibat dalam operasi ini telah melakukan 11 penangkapan atas pelanggaran undang-undang imigrasi, dan seorang pria sedang menghadapi tuntutan pidana, menurut HSI.
Operasi HSI bertujuan untuk menggagalkan para penipu dengan menghancurkan alat dan sistem yang mereka gunakan, kata Kimberly Long, Wakil Asisten Direktur Pelaksana Pusat Kejahatan Siber DHS, kepada Bloomberg News.
“Hal ini memaksa para penjahat untuk membangun kembali infrastruktur mereka,” kata Long. “Mereka harus mengeluarkan biaya lebih banyak, dan hal itu memperlambat operasi mereka.”
Tahun lalu warga AS melaporkan kerugian US$3,5 miliar akibat penipuan identitas palsu, menurut Komisi Perdagangan Federal (FTC). Penipuan ini mencakup jenis-jenis penipuan yang mengandalkan ‘SIM farm’.
Tuntutan pidana dalam operasi HSI diajukan setelah para agen menemukan sebuah ‘SIM farm’ di sebuah rumah di Los Angeles pada Februari 2025, sebagaimana tercantum dalam berkas pengadilan.
Jaksa AS mendakwa Jinlong Ren, seorang warga negara China, dengan tindak pidana penipuan perangkat telekomunikasi sehubungan dengan penemuan tersebut, menurut catatan pengadilan. Catatan tersebut tidak menyebutkan apakah Ren telah mengajukan pembelaan atas dakwaan tersebut. Pengacaranya tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Juru bicara HSI mengatakan sebagian besar surat perintah penggeledahan yang terkait dengan penyitaan SIM tersebut dirahasiakan dari publik.
(bbn)































