Biaya Registrasi SIM Scan Wajah Jadi Beban, Operator Minta Ini
Muhammad Fikri
02 July 2026 15:16

Bloomberg Technoz, Jakarta - Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) masih menyoroti tantangan implementasi registrasi kartu SIM berbasis biometrik melalui pemindaian wajah atau face recognition, termasuk beban Rp3.000 per registrasi satu pengguna kartu SIM yang harus ditanggung operator.
ATSI hingga kini masih melanjutkan pembahasan dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri terkait biaya verifikasi biometrik.
Menurut Direktur Eksekutif ATSI Marwan O. Baasir, operator masih mengusulkan agar biaya layanan verifikasi dapat diturunkan setelah pemerintah meminta dilakukan penghitungan ulang terhadap komponen biaya face recognition dan pencocokan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Besarannya biaya sekitar Rp3.000 per registrasi dinilai terlalu membebani industri karena hampir setara dengan nilai layanan data yang dijual kepada pelanggan. Tidak disebutkan perubahan biaya yang ideal, namun Marwan hanya menyebut "yang terjangkau oleh operator," kepada Bloomberg Technoz, Kamis (2/7/2026).
Ia menambahkan bahwa pihaknya bersama pihak-pihak terkait masih melakukan pembahasan atas beberapa usulan. "Dukcapil meminta dihitung ulang, jadi kami akan hitung ulang bersama seluruh anggota ATSI," terang Marwan.































