KLBF bisa saja mencetak laba bersih Rp3,45 triliun hingga akhir tahun ini, dengan catatan harga minyak dunia kembali turun dan kurs rupiah menguat. Jika skenario ini terjadi, harga saham KLBF memiliki potensi upside hingga 21%, menurut Amara.
Namun, di sisi lain, harga minyak dan fluktuasi kurs menjadi sentimen yang tetap tidak terpisahkan dari KLBF dan menjadi risiko utama.
"Kembali naiknya harga minyak karena batalnya kesepakatan damai AS-Iran dan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang kembali melemah atau hanya menguat secara terbatas, misalnya jika The Fed menjadi lebih hawkish, menjadi risiko utama KLBF."
(red)
No more pages






























