Laporan BI: Manufaktur RI Ekspansif di Kuartal II, Tapi Melambat
Hidayat Setiaji
17 July 2026 10:49

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) melaporkan aktivitas industri pengolahan atau manufaktur periode kuartal II-2026. Masih terjadi ekspansi, meski melambat dibandingkan kuartal sebelumnya.
Pada Jumat (17/7/2026), BI mengumumkan aktivitas manufaktur yang dicerminkan dengan Prompt Manufacturing Index-Bank Indonesia (PMI-BI) untuk kuartal II-2026 sebesar 51,43%. PMI-BI di atas 50% menandakan aktivitas yang berada di zona ekspansi.
Akan tetapi, ekspansi itu melambat dibandingkan kuartal I-2026 dengan PMI-BI sebesar 52,03%. Capaian PMI-BI kuartal II-2026 juga menjadi yang terendah dalam setahun terakhir.
"Berdasarkan komponen pembentuknya, mayoritas komponen berada pada fase ekspansi, yaitu Volume Produksi, Volume Persediaan Barang Jadi, dan Volume Total Pesanan. Berdasarkan Sublapangan Usaha (Sub-LU), sebagian besar Sub-LU juga berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada Industri Mesin dan Perlengkapan, diikuti oleh Industri Makanan dan Minuman, Industri Logam Dasar, serta Industri Barang Galian Bukan Logam,": papar laporan BI.
Untuk kuartal III-2026, aktivitas manufaktur Tanah Air diperkirakan bangkit dengan proyeksi PMI-BI di 52,32%. Jika terwujud, maka akan menjadi yang tertinggi sejak kuartal I-2024 atau lebih dari dua tahun terakhir.
































