Pertamina: Impor Migas AS Pakai Skema Biasa, Bukan Deal Tarif
Azura Yumna Ramadani Purnama
17 July 2026 10:50

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) mengungkapkan sejumlah komoditas minyak dan gas (migas) yang akhir-akhir ini diimpor dari Amerika Serikat (AS) dilakukan sesuai sistem pengadaan normal dan tidak berkaitan dengan realisasi kesepakatan tarif resiprokal atau Agreement on Reciprocal Trade (ART).
Wakil Direktur PPN Taufik Aditiyawarman mengungkapkan perseroan juga sudah sempat beberapa kali menyerap minyak mentah (crude) dan rutin mengimpor gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG) dari AS, sebelum kesepakatan tarif resiprokal berlaku.
Dia menyatakan perseroan belum merealisasikan ART tersebut sebab kebijakan tersebut telah digugat di Mahkamah Agung (MA) AS dan PPN masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah terkait dengan implementasi kesepakatan bilateral itu.
“Kalau AS kan dia sebelum ART pun kan WTI sudah banyak kita ambil. Belum, karena kan kemarin kan Supreme Court-nya, kita udah tanda tangan [lalu digugat di] Supreme Court gimana? Mungkin pemerintah juga harus refer ke sana ya,” kata Taufik kepada awak media di Kompleks Parlemen, Kamis (16/7/2026).
Baru-baru ini perseroan juga mendatangkan LPG seberat 45.900 metrik ton (mt) dari Freeport, Texas, Amerika Serikat.




























