Logo Bloomberg Technoz

Dampak Perang AS-Iran, Laba KLBF Bisa Anjlok 14%

Redaksi
17 July 2026 10:25

Dok. Kalbe
Dok. Kalbe

Bloomberg Technoz, Jakarta - Laba bersih emiten farmasi, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), tahun ini diperkirakan turun hingga double digit. Perkiraan ini didasari oleh melemahnya kurs rupiah dan meningkatnya harga minyak global, yang berujung pada naiknya harga bahan baku KLBF.

Dalam riset Stockbit Sekuritas disebutkan, ada dua skenario laba bersih KLBF hingga akhir tahun ini. Untuk skenario base case, laba bersih KLBF diperkirakan turun 6% secara tahunan menjadi Rp3,45 triliun. Seknario terburuknya, laba bersih KLBF turun 14,2% secara tahunan menjadi Rp3,14 triliun.

Meski demikian, menurut Investment Analyst Stockbit Amara Beatrice, penurunan harga saham KLBF sebesar 31% sejak perang Amerika Serikat (AS)-Iran dimulai sampai saat ini, mencerminkan reaksi pasar yang berlebihan.


"Dari sudut pandang fundamental, kami menilai penurunan harga saham KLBF sebagai reaksi berlebihan (overreaction). Berdasarkan estimasi kami, potensi dampak kenaikan harga minyak serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap laba bersih 2026 hanya sekitar -22% pada skenario yang bearish, lebih rendah dari koreksi saham yang telah terjadi," jelas Amara, dikutip Jumat (17/7/2026). 

"Skenario tersebut merefleksikan downgrade level pertumbuhan laba bersih 2026F KLBF dari sekitar +8% secara tahunan berdasarkan guidance manajemen perseroan menjadi -14% secara tahunan."