Konflik tersebut juga mengganggu pasokan bahan bakar seperti solar dan bensin, sehingga mendorong margin keuntungan kilang minyak di Amerika Serikat mencapai rekor tertinggi.
"Produk hasil kilang menghadapi tekanan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan minyak mentah," kata Simon Lack, manajer portofolio di Catalyst Energy Infrastructure Fund. "Masa damai yang singkat itu terjadi ketika para eksekutif perusahaan energi sudah memperingatkan bahwa persediaan terus terkuras, sehingga praktis tidak banyak kapasitas cadangan yang tersisa dalam sistem."
Meski jumlah pelayaran yang terlihat melintasi Selat Hormuz menurun, sejumlah pengiriman minyak tampaknya masih terus berlangsung. Beberapa kapal tanker diketahui melakukan transfer minyak dari kapal ke kapal (ship-to-ship transfer) di lepas pantai Oman.
Perhatian pasar juga semakin tertuju pada apakah pelayaran melalui Selat Hormuz dapat terus berlanjut setelah Iran pada awal pekan ini menyerang kapal-kapal yang mengangkut minyak untuk Uni Emirat Arab.
Harga:
- Minyak mentah WTI untuk pengiriman Agustus naik 0,7% menjadi US$79,50 per barel pada pukul 06.01 waktu Singapura.
- Minyak mentah Brent untuk pengiriman September turun 0,9% dan ditutup pada US$84,23 per barel pada perdagangan Kamis.
(bbn)






























