Logo Bloomberg Technoz

"Alhamdulillah setelah puluhan tahun proyek ini berjalan dan kita hargai kawan-kawan kita dari Jepang, kita mulai proyek ini, kita cari suatu keuntungan bersama," beber Prabowo.

Meski begitu, Prabowo mengingatkan bahwa proyek Abadi Masela ini juga harus mampu memberikan kesejahteraan kepada masyarakat sekitar secara khusus, serta rakyat Indonesia secara umum.

"Tapi sebaliknya kita punya tanggung jawab yang besar kepada rakyat kita, kita perlu energi ini untuk melaksanakan transformasi [...] kita ingin menjadi bangsa yang seperti bangsa Jepang, kita ingin menjadi bangsa yang produktif, kita ingin menjadi bangsa yang menghasilkan produk-produk industri, kita punya segala sumber daya untuk itu, [...] kita bertekad rakyat kita harus hidup dengan baik, hidup dengan layak," tegasnya.

Prabowo lantas mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat untuk mempercepat pembangunan lapangan kaya gas tersebut. Dia juga mengapresiasi Inpex yang telah menegaskan komitmennya mengembangkan blok tersebut.

“Kita sudah sadar ini 28 tahun yang lalu, dan kita menghargai semua unsur, kita apresiasi kita harus memberi suatu penghargaan sekali lagi kepada semua unsur yang telah memungkinkan proyek ini terwujud,” tukasnya..

Untuk diketahui, investasi proyek LNG Abadi Masela senilai US$20,9 miliar tersebut sudah termasuk komponen tambahan US$1 miliar untuk teknologi tangkap dan simpan karbon atau carbon capture and storage (CCS).

Proses analisis dampak lingkungnan (Amdal) telah dituntaskan pada Februari 2026, dan mencakup elemen inti proyek dari pengeboran lepas pantai hingga fasilitas likuifikasi darat (onshore).

Pembangunan fisik proyek dilaporkan telah dimulai sejak Februari 2026, dan proses pembebasan lahan di Kepulauan Tanimbar dinyatakan rampung akhir Juni 2026.

Adapun, tiga BUMN—yaitu PLN, PGN, dan Pupuk Indonesia — telah menandatangani heads of agreement (HoA) sebagai calon offtaker domestik dari gas alam Blok Masela.

Sementara itu, tender EPC ditargetkan berjalan sepanjang 2026, bersamaan dengan proses menuju keputusan investasi akhir atau final investment decision (FID).

Pemerintah pusat memberikan komitmen hak kelola atau participating interest (PI) sebesar 10% kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Maluku sebagai bagian dari skema manfaat bagi daerah.

Tadinya, pemegang PI Blok Masela a.l. Inpex Masela Limited sebesar 65%, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) 20%, dan Petronas Masela Sdn. Bhd. 15%.

(ros)

No more pages