Logo Bloomberg Technoz

Untuk CPE

Yuliot juga memastikan impor minyak mentah Rusia yang dilakukan Lemigas bakal disimpan pada tangki penyimpanan atau storage tank untuk dijadikan cadangan penyangga energi (CPE).

Kendati begitu, dia belum dapat mengungkapkan lokasi storage yang bakal digunakan untuk menyimpan minyak Rusia.

“Itu menjadi cadangan penyangga energi nasional,” tegas dia.

Ihwal ditanya potensi Indonesia terkena sanksi Amerika Serikat (AS) gegara mengimpor minyak Rusia, Yuliot enggan menanggapi. “Saya harus merapat ke Istana,” ujar dia.

Adapun, menurut data bea cukai yang dikumpulkan oleh Big Trade Data dan dilansir Bloomberg News, hampir 770.000 barel minyak telah dikirim ke pelabuhan Balikpapan pada 29 Juni, nilainya sekitar US$75 juta.

Pelabuhan muat yang terdaftar adalah Kozmino di Rusia, dan minyak tersebut diangkut dengan kapal tanker Sierra.

Kargo Rusia tersebut dibeli oleh badan pemerintah yang dikenal sebagai Lemigas, yang tanggung jawab utamanya ialah menguji bahan bakar.

Menanggapi kabar ini, Direktur Jenderal (Dirjen) Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan bahwa Lemigas masih dalam proses negosiasi dalam mendatangkan minyak Rusia ke dalam negeri.

"Sedang proses negosiasi [dengan Rusia]. Iya Rusia, tetapi nanti kalau diumumkan Pak Menteri [ESDM Bahlil Lahadalia], nanti diumumkan," ujarnya ditemui awak media usai peluncuran mandatori biodiesel B50 di Karawang, Kamis (9/7/2026).

Kementerian ESDM sebelumnya mengonfirmasi kerja sama impor minyak dari Rusia mencapai volume kumulatif sebanyak 150 juta barel yang akan didatangkan bertahap.

Sekadar informasi, Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo pertama kali mengungkapkan Indonesia mendapatkan komitmen pasokan minyak mentah dari Rusia dengan volume total sebesar 150 juta barel.

Komitmen tersebut diamankan Indonesia usai Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke Rusia dan bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Adik Prabowo tersebut mengungkapkan Putin memberikan komitmen kepada Prabowo agar negaranya memasok sekitar 100 juta barel minyak mentah dengan harga khusus dan dapat segera dikirimkan ke Indonesia.

Setelah itu, jika Indonesia membutuhkan tambahan pasokan, maka Rusia juga dapat memasok sekitar 50 juta barel minyak mentah ke Tanah Air.

“Dia [Prabowo] ke Moskwa ketemu Presiden Putin selama 3 jam dan dapat komitmen dari Presiden Putin 100 juta barel minyak itu akan segera dikirim ke Indonesia, 100 juta dengan harga khusus,” kata Hasim dalam agenda Economic Briefing 2026 yang diselenggarakan Garuda TV di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

“Dan apabila Indonesia perlu lagi tambahan, sudah ditambah 50 juta maka Indonesia sekarang sudah ada komitmen dari Pemerintah Rusia 150 juta barel kita bisa simpen di Indonesia untuk menghadapi masalah-masalah gejolak ekonomi,” tutur Hashim.

(azr/wdh)

No more pages