Bendahara Negara tersebut menjelaskan data yang dipakai sebagai indikator yakni base money atau money supply (M0). Base money merupakan uang yang dikendalikan oleh BI dan merupakan bibit uang yang berikutnya terjadi.
Pada saat itu, pertumbuhan M0 stagnan atau 0% dalam beberapa bulan yakni April-Agustus 2025. Tak hanya itu, dia menyebut pada pertengahan 2023 hingga awal 2025 juga tumbuh 0%. Dia menganggap ketika pertumbuhan M0 0% menggambarkan ekonomi tengah direm.
Purbaya mencontohkan bahwa The Fed juga pernah melakukan hal yang sama lantaran tidak memonitor M0 sehingga berdampak pada kasus Silicon Valley Bank pada Maret 2023.
“Jadi M0 indikator yang valid untuk melihat apakah uang di sistem ada atau enggak. Setelah itu The Fed insyaf dan mulai inject uang ke sistem, sehingga [pertumbuhan] uang tidak minus dan mulai positif. Ini yang menyebabkan AS bisa tumbuh sampai sekarang, walau kadang-kadang bungnya agak tinggi,” jelas Purbaya.
Belajar dari hal tersebut, Purbaya mulai menggelontorkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke perbankan. Hasilnya, M0 yang pertumbuhannya 0% mulai September 2025 naik menjadi 11% dan bertahap mendekati 13%.
Dia meyakini kondisi itu juga yang membuat ekonomi Indonesia tumbuh 5,39% di kuartal IV-2025. Purbaya menyebut kondisi itu berlanjut sehingga pada kuartal I-2026 ekonomi bisa tumbuh 5,61%.
Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengonfirmasi SAL pemerintah yang ditempatkan di perbankan totalnya mencapai Rp381 triliun.
Juda menjelaskan pada Juni 2026 pemerintah sejatinya sempat menarik SAL di perbankan sebanyak Rp110 triliun, tetapi dana tersebut segera dikembalikan. Tak hanya itu, pemerintah juga menambah dana sebanyak Rp110 triliun sebagai dana siaga yang siap kapan saja ditempatkan di Himbara.
Juda menegaskan SAL milik pemerintah senilai Rp381 triliun akan disimpan di perbankan hingga Desember 2026.
“Dari Rp281 triliun kan awalnya, Rp110 triliun ditarik bulan ini. [mau] dikembalikan lagi Rp110 triliun jadi tetap Rp281 triliun. Iya, sebentar lagi lah, segera lah [dikembalikan]. Itu dijaga sampai dengan bulan Desember 2026,” kata Juda ditemui di Kompleks Parlemen, Senin (29/6/2026).
(lav)






























