Dalam usulan tersebut, Thailand hanya akan memberikan fasilitas bebas visa selama 30 hari kepada wisatawan dari 54 negara dan wilayah.
Negara lain yang kini juga akan memperoleh fasilitas bebas visa selama 30 hari adalah Kroasia, Bulgaria, Siprus, Malta, dan Maladewa, menurut Wakil Juru Bicara Pemerintah Ploytalay Laksameesangchan. Dengan demikian, jumlah negara dan wilayah yang berhak memperoleh fasilitas bebas visa selama 30 hari meningkat menjadi 60.
Menurut Ploytalay, skema baru bebas visa 30 hari yang kini mencakup seluruh 27 negara anggota Uni Eropa dapat membantu Thailand dalam negosiasi yang sedang berlangsung untuk memperoleh pembebasan visa Schengen bagi pemegang paspor Thailand.
Pemerintahan konservatif baru yang dipimpin Perdana Menteri Anutin Charnvirakul berupaya membatasi penyalahgunaan kebijakan bebas visa oleh warga asing untuk melakukan aktivitas ilegal sebagai bagian dari langkah yang lebih luas dalam memberantas jaringan penipuan lintas negara. Pemerintah juga ingin menjawab kekhawatiran pelaku usaha lokal—terutama di kawasan wisata yang populer di kalangan turis asing—yang merasa mata pencaharian mereka terancam oleh wisatawan yang menyalahgunakan visa untuk menjalankan kegiatan yang dilarang.
Industri pariwisata, salah satu penggerak utama ekonomi Thailand, menghasilkan hampir US$50 miliar dari 33 juta wisatawan mancanegara sepanjang tahun lalu. Hingga 4 Juli tahun ini, Thailand telah menerima lebih dari 16 juta wisatawan asing.
(bbn)

































