Logo Bloomberg Technoz

Purbaya: Posisi Utang RI Masih Jauh di Bawah Batas Maksimal

Mis Fransiska Dewi
14 July 2026 14:00

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konfrensi pers APBN Kita. (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konfrensi pers APBN Kita. (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pertanyaan dari Fraksi PDI Perjuangan,  Fraksi Partai Golkar, dan Fraksi PAN mengenai rasio utang tahun 2025 yang mencapai 40,54% terhadap PDB serta strategi pengelolaan utang ke depan.

“Pemerintah menegaskan bahwa meskipun rasio utang meningkat dari 39,81% [terhadao] PDB pada tahun 2024 menjadi 40,54% PDB pada tahun 2025, posisi tersebut masih jauh di bawah batas maksimal 60% PDB sebagaimana diatur dalam Undang-Undang,” kata Purbaya

Dengan demikian, Purbaya memastikan bahwa saat ini  kondisi APBN tetap aman dan terkendali. Sementara itu, pemerintah juga tengah mempersiapkan strategi untuk pengelolaan utang.


Strategi pengelolaan utang ke depan, kata Purbaya akan bertumpu pada empat pilar utama, yaitu konsolidasi fiskal secara bertahap untuk memperkuat keseimbangan primer menuju kondisi positif, optimalisasi penerimaan negara, peningkatan kualitas belanja negara, serta pengelolaan portofolio utang secara aktif melalui debt switch, buyback, dan konversi pinjaman.

“Melalui strategi tersebut, pemerintah optimistis rasio utang dapat dikendalikan secara bertahap dengan tetap menjaga keberlanjutan fiskal dan mendukung agenda pembangunan nasional,” kata Purbaya.