Logo Bloomberg Technoz

SPBU Shell Masih Kekosongan Bensin, ESDM Duga Akibat Harga Minyak

Azura Yumna Ramadani Purnama
10 July 2026 10:30

Poster bertuliskan Sedang Tidak Bisa Digunakan tergantung di noozle SPBU Shell di Jakarta, Senin (2/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Poster bertuliskan Sedang Tidak Bisa Digunakan tergantung di noozle SPBU Shell di Jakarta, Senin (2/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Karawang – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menduga operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell Indonesia belum menjual bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin gegara terimbas kenaikan harga minyak mentah dunia.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengklaim tak mengetahui pasti alasan Shell belum menjual bensin, tetapi dia memastikan tidak terdapat kebijakan dari kementerian yang menghambat Shell menjual bensin.

“Saya enggak tahu. Bisa juga dia enggak jualan karena harga [minyak dunia] kan lagi enggak stabil. Itu kan cerita lama [soal dugaan izin impor tidak diberikan],” kata Laode kepada awak media di Karawang, Kamis (9/7/2026).

Suasana SPBU Shell di Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Sebelumnya, Laode mengungkapkan Shell Indonesia sudah membeli solar atau diesel dari Pertamina, sehingga operator SPBU swasta tersebut sudah kembali menjual BBM.

Laode menyatakan pembelian BBM jenis diesel atau gasoil oleh Shell ke Pertamina dilakukan usai Ditjen Migas memfasilitasi pertemuan antarbadan usaha.