Logo Bloomberg Technoz

RI Mau Bikin 2 Kilang Metanol Baru, Butuh 2,5 Juta Ton Gegara B50

Azura Yumna Ramadani Purnama
10 July 2026 09:40

Tangki penyimpanan metanol sementara di Pabrik Demonstrasi Highly Innovative Fuels (HIF) Global Haru Oni ​​di Punta Arenas, Chili./Bloomberg-Tamara M.
Tangki penyimpanan metanol sementara di Pabrik Demonstrasi Highly Innovative Fuels (HIF) Global Haru Oni ​​di Punta Arenas, Chili./Bloomberg-Tamara M.

Bloomberg Technoz, Karawang – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bakal terdapat dua kilang metanol baru yang dibangun dalam waktu dekat, untuk memenuhi kebutuhan program biodiesel B50 sekitar 2,5 juta ton per tahun.

Bahlil menjelaskan bakal terdapat satu kilang metanol di Bojonegoro, Jawa Timur yang bakal mulai dibangun pada bulan ini. Pabrik tersebut memanfaatkan bahan baku gas untuk diolah menjadi metanol.

Selanjutnya terdapat saut kilang metanol yang bakal dibangun di Kalimantan Timur. Bahlil menyatakan kilang tersebut bakal memanfaatkan bahan baku batu bara untuk diolah menjadi metanol.


Adapun, metanol merupakan salah satu bahan penting yang digunakan dalam proses transesterifikasi pembuatan fatty acid methyl ester (FAME) yang merupakan bahan baku biodiesel.

“Bahwa dengan munculnya B50 ini ada peningkatan kebutuhan metanol. Metanolnya kita butuh hanya untuk B50 itu sekitar 2,5 juta ton per tahun. Ada dua yang kita bangun. Satu adalah di Bojonegoro itu adalah bahan bakunya gas, yang kedua adalah batu bara yang ada di Kalimantan Timur,” kata Bahlil usai peresmian B50 di Karawang, Kamis (9/7/2026).

Metanol untuk produksi biodiesel./dok. Bloomberg