Usai Surplus Solar, RI Akan Bangun Pabrik Avtur demi Stop Impor
Azura Yumna Ramadani Purnama
10 July 2026 09:50

Bloomberg Technoz, Karawang – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengklaim Indonesia bakal mengalami surplus solar sekitar 3—4 juta ton usai berlakunya biodiesel B50. Nantinya, dia mendorong solar tersebut diolah menjadi bahan bakar jet (jet fuel) alias avtur.
Bahlil menyatakan sedang menyusun peta jalan pengembangan avtur dengan PT Pertamina Patra Niaga (PPN).
Dia pun menargetkan terdapat pabrik pengolahan avtur yang dibangun pada akhir 2026. Pabrik tersebut direncanakan dibangun agar nantinya Indonesia dapat berupaya menyetop impor avtur.
“Nah, ini kita tahap berikutnya adalah kita akan mendorong untuk membangun avtur, karena bahan baku avtur itu hampir sama dengan solar juga, dari solar juga. Nah sekarang saya dengan Pertamina lagi membuat roadmap, bahkan insyaallah doakan, pada 2026 akhir, ini sudah bisa kita lakukan untuk memulai pembangunan pabrik avtur,” kata Bahlil usai peresmian B50 di Karawang, Kamis (9/7/2026).
“Nah tujuannya apa? Kita akan mencoba untuk juga tidak lagi melakukan impor avtur,” tegas dia.































