Logo Bloomberg Technoz

Perjalanan Xbox: Dari Rival PlayStation hingga Direstrukturisasi

Muhammad Fikri
10 July 2026 10:37

Xbox. dok: Bloomberg
Xbox. dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Microsoft rombak besar-besaran unit bisnis Xbox setelah menggelontorkan sedikitnya US$78,7 miliar untuk mengakuisisi perusahaan gim dalam satu dekade terakhir. Langkah itu ditempuh setelah perusahaan menilai bisnis Xbox tidak lagi mampu tumbuh sesuai target.

Pekan ini, Senin (6/7/2026), Microsoft memangkas sekitar 4.800 karyawan atau sekitar 2,1% dari total tenaga kerjanya secara global. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.200 posisi berasal dari divisi Xbox hingga akhir tahun fiskal 2027, termasuk sekitar 1.600 pegawai yang terkena dampak efisiensi atau PHK pada tahap pertama. Perusahaan juga melepas empat studio ke manajemen baru sebagai bagian dari restrukturisasi.

Dalam memo kepada karyawan, CEO Xbox Asha Sharma menyebut langkah tersebut sebagai "restrukturisasi paling signifikan dalam sejarah Xbox". Ia mengatakan bisnis Xbox saat ini "tidak sehat" karena beroperasi dengan margin tiga hingga sepuluh kali lebih rendah dibanding bisnis platform dan penerbit gim sejenis.


"Kami bertaruh pada Game Pass, multiplatform, dan portofolio konten yang lebih luas. Bisnis tersebut memang menciptakan nilai, tetapi tidak tumbuh secepat yang kami harapkan," tulis Sharma dalam memo yang dipublikasikan Xbox Wire.

Keputusan tersebut menjadi titik balik bagi Xbox yang dibangun Microsoft sejak awal 2000-an untuk menantang dominasi PlayStation milik Sony.

Perjalanan Xbox