Logo Bloomberg Technoz

Dinamika ini mengerek harga minyak dunia. Kemarin, harga minyak jenis brent melejit 5,21% ke US$ 78,02/barel dan pagi ini masih menanjak hampir 1% pada pukul 07:19 WIB.

Alhasil, kekhawatiran akan ancaman inflasi tinggi kembali menghantui perekonomian dunia. Sesuatu yang akan membuat bank sentral di berbagai negara tidak punya banyak pilihan kecuali mengetatkan kebijakan moneter melalui kenaikan suku bunga acuan.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga naik.

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih tersangkut di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 41. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Sementara indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 67. Menghuni area beli (long) yang lumayan kuat.

Untuk perdagangan hari ini, harga emas sudah melewati pivot point US$ 4.077/troy ons. Jadi ada harapan bisa menguji resisten US$ 4.087-4.121/troy ons.

Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 4.246/troy ons.

Namun andai harga emas turun lagi, maka US$ 4.066/troy ons sepertinya akan menjadi support terdekat. Jika tertembus, maka harga emas berisiko mengetes rentang US$ 4.019-3.993/troy ons.

Target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$ 3.907/troy ons.

(aji)

No more pages