Sebelumnya, VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyatakan perizinan teknis untuk melewati Selat Hormuz sedang diurus oleh Pertamina Pride.
Baron juga menegaskan Pertamina melalui PIS terus memantau dinamika yang terjadi di jalur perairan tersebut, sebab gesekan sempat kembali pecah di Selat Hormuz.
“Kita berharap dengan kondisi Selat Hormuz yang masih juga bergejolak, kita juga berharap satu kapal kami lagi yaitu Pride, sedang memproses tetapi tetap akan melihat faktor keselamatan, awak, kargo, dan juga kapalnya sendiri. Jadi kami mohon doanya situasi bisa mereda dan kapal tersebut bisa melintas,” kata Baron kepada awak media di Graha Pertamina, Kamis (2/7/2026).
Baron mengonfirmasi kapal tanker tersebut sedang mengangkut kargo minyak mentah untuk dipasok ke Kilang Cilacap.
Sebelumnya Pjs. Corporate Secretary PIS Vega Pita mengumumkan kapal tanker Gamsunoro milik perseroan akhirnya berhasil melintasi Selat Hormuz, setelah tak dapat melintasi perairan tersebut gegara konflik di Timur Tengah.
Vega mengungkapkan kapal tersebut tertahan sejak awal Maret 2026 dan akhirnya berhasil melintasi titik kritis Selat Hormuz dengan aman pada Rabu (24/6/2026) pukul 20.00 WIB.
“Kami berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Tehran, Iran, atas dukungannya selama ini. Pemilihan waktu dan rute melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat," ujar Vega dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).
"Kami mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi kapal, mulai dari asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru, sehingga diputuskan kapal dapat mulai bergerak dari Teluk Arab."
Vega menyatakan kapal tersebut menempuh perjalanan selama 16 jam untuk beranjak dari Teluk Arab, pada kemarin pukul 01.06 waktu Dubai atau sekitar pukul 04.06 WIB.
Kapal tersebut melaju dengan kecepatan 7,5 knot dan tiba di mulut Selat Hormuz sekitar pukul 13.00 waktu setempat atau pukul 16.00 WIB.
Empat jam kemudian, kapal dinyatakan berhasil melintasi selat dan mencapai titik aman.
Di sisi lain, Vega mengatakan kapal tanker Pertamina Pride saat ini sedang dalam tahap persiapan untuk bergerak dengan tetap mengevaluasi perkembangan keamanan, kondisi lalu lintas, kepadatan, dan risiko lainnya serta mempertimbangkan rekomendasi internasional.
Menurut Vega, perusahaan juga terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta otoritas terkait lainnya untuk memantau perkembangan situasi secara real time dan memastikan seluruh langkah operasional dilakukan secara hati-hati.
Sebagai informasi, Pertamina Pride merupakan kapal tanker very large crude carrier (VLCC) atau supertanker yang memiliki kapasitas angkut 301.000 dead weight ton (DWT) atau sekitar 2 juta barel minyak mentah.
Kapal ini dibangun di Galangan Japan Marine United (JMU) sejak 2018 dan dilakukan serah terima pada akhir Maret 2021. Saat ini, tanker milik Pertamina tersebut dikelola oleh NYK Shipmanagement Pte Ltd.
(azr/ros)






























