Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, selisih yield nominal obligasi Indonesia-AS tenor 10 tahun maupun selisih yield Indonesia terhadap negara emerging markets berimbal hasil tinggi (high yield EM) juga masih tergolong rendah dibandingkan rata-rata historis. 

"Analisis kami juga menunjukkan bahwa premi risiko valuta asing cenderung meningkat ketika defisit basic balance membesar," sebut UBS dalam catatannya. 

UBS menambahkan, meski imbal hasil riil cukup tinggi dan pertumbuhan ekonomi sedang melemah, UBS menyebut pelaku pasar sebaiknya menunggu imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun naik ke kisaran 7,5%, atau lebih sebelum menambah eksposur terhadap obligasi RI. 

Sedangkan dari kawasan, pergerakan mata uang Asia cukup beragam dengan kecenderungan melemah. Pelemahan hari ini dipimpin oleh rupee India yang cukup tajam 0,55%, disusul baht Thailand, yen Jepang, peso Filipina, ringgit Malaysia, rupiah, dolar Singapura dan yuan China. 

Mata uang Asia pada Rabu (8/7/2026). (Bloomberg)
Sebaliknya, won Korea Selatan tercatat paling moncer dan menguat 0,49% ke KRW1.511/US$. Penguatan won dipicu oleh pernyataan pemerintah yang berjanji memperkuat pemantauan terhadap pergerakan mata uang domestik. 
Begitu juga dengan dolar Taiwan yang menguat untuk kali pertama dalam enam sesi perdagangan dan sempat turun ke TWD31.963/US$, seiring munculnya tanda-tanda pemulihan arus dana asing (foreign inflows)
Sebagai catatan, indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama bertahan dengan penguatan 0,14% di level 101,16, sebelum terpangkas dan menyisakan penguatan 0,06% di posisi 101,08. 
 

(dsp/aji)

No more pages