Logo Bloomberg Technoz

Rekor Baru Pengembangan Matahari Buatan China

Redaksi
08 January 2026 14:35

Matahari buatan China. (Dok: Phys.org)
Matahari buatan China. (Dok: Phys.org)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Babak baru pengembangan reaktor fusi nuklir Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) oleh China mempertontonkan calon ketersediaan energi bersih tak terbatas.

Tim peneliti dari Chinese Academy of Sciences (CAS) menyatakan bahwa reaktor nuklir eksperimental mereka atau kerap dikenal sebagai “Matahari Buatan” mencapai kepadatan plasma yang sebelumnya dianggap tidak mungkin.

Dengan begitu, fusi nuklir berpeluang menghasilkan energi tak terbatas tanpa efek samping seperti limbah — mengadopsi proses reaksi alam yang terjadi di Matahari.


Pada eksperimen reaktor fusi Matahari buatan lanjutan, China mampu menembus hambatan kepadatan yang telah lama ada dalam plasma fusi atau dikenal dengan “density-free regime", termuat pada laman Science Advances 1 Januari.

Selama kondisi tersebut, plasma tetap stabil meskipun kepadatan plasma meningkat jauh melampaui batas empiris yang telah lama berlaku, sekaligus wawasan baru tentang bagaimana salah satu hambatan fisik paling sulit dalam energi fusi mungkin akhirnya dapat diatasi dalam perjalanan menuju ignisi.