Logo Bloomberg Technoz

Terungkap, Begini Cara China Membuat Matahari ‘Buatan’

Referensi
18 June 2026 15:58

Matahari buatan China. (Dok: Phys.org)
Matahari buatan China. (Dok: Phys.org)

Bloomberg Technoz, Jakarta - China kembali mencuri perhatian dunia teknologi dan sains setelah keberhasilan besar dalam pengembangan reaktor fusi nuklir yang selama ini dijuluki sebagai “matahari buatan”. Teknologi ini disebut-sebut sebagai masa depan energi dunia karena mampu menghasilkan listrik dalam jumlah sangat besar dengan emisi karbon yang jauh lebih rendah dibanding pembangkit konvensional.

Pencapaian terbaru ini datang dari reaktor Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST), yang menjadi salah satu proyek unggulan China dalam mengejar teknologi energi bersih berbasis fusi.

Keberhasilan EAST kali ini bukan sekadar eksperimen biasa. Para ilmuwan menyebut reaktor tersebut berhasil menembus salah satu batas fisika yang selama puluhan tahun dianggap hampir mustahil untuk dilampaui, yaitu batas Greenwald.


Batas ini selama ini menjadi penghalang utama dalam pengembangan reaktor fusi. Ketika plasma di dalam reaktor terlalu padat, biasanya kondisi menjadi tidak stabil dan berpotensi merusak seluruh sistem.

Namun EAST membuktikan hal berbeda. Keberhasilan ini membuka harapan baru bahwa manusia mungkin semakin dekat untuk menciptakan sumber energi yang meniru cara kerja Matahari.

Bagaimana Matahari Menghasilkan Energi?