Logo Bloomberg Technoz

Kemudian, langkah kedua, menjaga likuiditas di pasar uang dan perbankan yang diklaim lebih dari cukup. Kedua pihak sepakat bahwa pertumbuhan uang primer M0 sudah membaik, dengan data sudah memasuki level double digit.

Langkah ketiga, BI dan pemerintah juga sepakat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, karena hal itu juga berpengaruh penting terhadap kesehatan fiskal. Kedua otoritas sepakat menaikkan suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonsia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN), dan hasilnya dianggap positif. 

Berdasarkan data BI, pada kuartal I 2-26 masih terjadi aliran modal keluar atau outflow senilai total US$1,47 miliar, dengan outflow di pasar saham US$1,76 miliar, outflow di pasar SBN US$1,46 miliar, meski SRBI masih mengalami aliran modal masuk atau inflow US$1,78 miliar.

Pada kuartal II, pasar keuangan tercatat sudah mengalami inflow senilai total US$7,98 miliar. Dengan rincian, SRBI inflow US$8,48 miliar, SBN inflow US$1,78, meski pasar saham masih outflow US$2,3 miliar.

Langkah keempat, untuk menarik inflow, suku bunga SBN terpaksa akan naik. Dengan demikian, bank sentral berjanji akan menaikkan tambahan remunerasi terhadap setiap saldo rekening pemerintah di BI.

"Selama ini kami kasih remunerasi (kepada pemerintah) 80% dari BI Rate, kami akan meningkatkan BI Rate plus sekian untuk mengkompensasi kenaikan beban bunga karena suku bunga SBN akan naik. Kami akan tanggung, jadi ini win-win solution," papar Perry.

Artinya, lanjut dia, aliran modal asing akan masuk, rupiah berpotensi stabil, sementara beban kenaikan bunga utang pemerintah akan ditanggung oleh bank sentral. "Jadi kami pastikan pemerintah BEP (break even point atau balik modal)," tegasnya.

Langkah terakhir, bank sentral berkoordinasi pusat dan daerah menjaga inflasi karena harga komoditas global naik.

(lav)

No more pages