Melemahnya IHSG pada jeda perdagangan Sesi I juga merupakan efek secara langsung dari turunnya sejumlah saham big caps. Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Rabu (8/7/2026).
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menekan 8,82 poin
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menekan 4,24 poin
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menekan 4,11 poin
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menekan 3,5 poin
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menekan 2,92 poin
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menekan 2,39 poin
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menekan 2,32 poin
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menekan 2,22 poin
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menekan 2,16 poin
- PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) menekan 1,29 poin
Adapun saham-saham LQ45 lainnya juga menjadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) drop 3,63%, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga terjebak di zona merah dengan pelemahan 3,15%, dan saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) siang ini juga melemah 2,87%.
Disusul oleh pelemahan yang terjadi pada saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang amblas 2,84%, dan saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Corp Tbk (INKP) yang mencatat pelemahan 2,69%.
Diperberat lagi oleh sentimen risk–off di pasar global akibat kembali memanasnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, melansir Panin Sekuritas
Serangan udara AS terhadap Iran serta pencabutan izin penjualan minyak Iran sebagai respons atas serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz mendorong harga minyak dunia menguat 3% lebih, dan meningkatkan kekhawatiran investor.
Dari domestik, pasar juga merespons laporan Bloomberg yang menyebut S&P Dow Jones memasukkan Indonesia ke dalam kategori special measures atau frontier market pada tahun 2027 jika isu transparansi dan likuiditas belum membaik.
Sentimen rilis data Indeks Kepercayaan Konsumen Indonesia (IKK) yang turun ke 117,8 pada Juni 2026, level terendah sejak September 2025, juga menekan IHSG.
Bank Indonesia (BI) melaporkan hasil Survei Konsumen per Juni 2026. Hasilnya, optimisme konsumen terpantau melemah.
Pada Rabu, BI mengumumkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode Juni berada di level 117,8. IKK tersebut melambat dibanding pencapaian pada bulan Mei yang mencapai sebesar 120,9.
IKK Juni juga menjadi yang terendah sejak September tahun 2025 atau dalam sembilan bulan aktivitas.
Berdasarkan komponen pembentuk IKK, dua sub–indeks yaitu Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga sama-sama melemah. IKE turun dari 112,2 menjadi 109,2 sementara IEK melambat dari sebelumnya 129,7 menjadi 126,4.
(fad)






























