Para pejabat NATO tampaknya memang sengaja merancang seluruh agenda pekan ini sebagai satu upaya besar untuk melunakkan hati Trump. Mereka sengaja menyuguhkan pameran industri yang megah serta membawa rentetan data angka berukuran masif demi menyampaikan satu pesan utama: Eropa kini tengah berbenah di tubuh NATO dan siap menggelontorkan miliaran dolar dalam prosesnya.
Trump selama bertahun-tahun kerap mengecam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Ia menuding negara-negara Eropa dan Kanada hanya mendompleng kekuatan militer Amerika tanpa mau berinvestasi serius pada pertahanan mereka sendiri. Negara-negara anggota aliansi kemudian merespons kritik tersebut dengan mengucurkan miliaran dolar anggaran militer baru, sebuah langkah yang juga dipicu oleh ketakutan mendalam Eropa atas keamanan mereka setelah pecahnya perang Rusia di Ukraina.
Pembelian lain yang turut diumumkan pada hari Selasa kemarin adalah keputusan dari tujuh negara sekutu untuk mengakuisisi pesawat militer A400M buatan Airbus SE, yang berfungsi memperkuat kapasitas angkut udara serta pengisian bahan bakar di udara (tanker). Diplomat tersebut menambahkan bahwa nilai kontrak ini mencapai US$4,3 miliar.
Secara terpisah, Rutte juga menyampaikan bahwa negara-negara sekutu akan menginvestasikan lebih dari US$40 miliar khusus untuk pengembangan kemampuan anti-drone (counter-drone) selama lima tahun ke depan.
Kendati demikian, Eropa dinilai masih sangat jauh dari kata mandiri secara militer. Mereka dinilai masih minim kemampuan dalam memproduksi alat-alat perang modern yang krusial, termasuk drone canggih serta sistem pertahanan udara mutakhir.
Rangkaian kesepakatan yang diumumkan pada hari Selasa kemarin sejatinya bertujuan untuk menambal kelemahan-kelemanan tersebut.
Dalam kasus sistem radar deteksi udara buatan Saab, perubahan pemasok ini mencerminkan keinginan Eropa yang semakin kuat untuk memastikan keamanan kawasan tidak sepenuhnya bergantung pada produsen pertahanan Amerika Serikat.
Pesawat radar buatan Boeing, kata Rutte, "telah melayani kita dengan sangat baik dan masih terus digunakan, tetapi masa operasionalnya kini mendekati akhir."
Menurutnya, sistem baru tersebut "akan memastikan" kemampuan NATO tetap "kuat dan kredibel selama beberapa dekade ke depan."
Dorongan agar Eropa lebih mengutamakan industri pertahanannya sendiri telah memicu ketegangan dengan Amerika Serikat. Washington menginginkan sekutu-sekutunya meningkatkan belanja pertahanan, tetapi tetap membeli produk buatan AS. Ketegangan itu semakin meningkat setelah Uni Eropa merancang skema pinjaman pertahanan senilai 150 miliar euro serta pinjaman sebesar 90 miliar euro untuk Ukraina yang memprioritaskan perusahaan-perusahaan Eropa.
Namun, di sejumlah sektor strategis, Eropa masih belum memiliki alternatif yang sebanding dengan produk-produk Amerika Serikat. Hal itu tercermin dalam kontrak-kontrak yang diumumkan pada Selasa.
Peralatan pengintai maritim Triton, misalnya, merupakan kemampuan yang hingga kini belum mampu dikembangkan Eropa secara mandiri. Menurut Rutte, sistem Triton "memberikan kesadaran situasional yang kami butuhkan untuk mengambil keputusan yang tepat dan tetap selangkah lebih maju dalam menghadapi berbagai ancaman."
(bbn)





























