Logo Bloomberg Technoz

Dinamika di Timur Tengah kembali menjadi sentimen negatif bagi harga emas. Bloomberg News mengabarkan, Kementerian Keuangan Amerika Serikat (AS) mencabut pelonggaran atas sanksi terhadap minyak Iran. Dengan begitu, minyak asal Negeri Persia kembali sulit masuk ke pasar internasional.

Pencabutan pelonggaran tersebut merupakan buntut dari serangan terbaru Iran terhadap kapal komersial di Selat Hormuz. Kemarin, tiga kapal dikabarkan mengalami serangan.

Pertama adalah kapal Al Rekayyat yang mengangkut gas alam. Kedua adalah kapal tanker minyak milik Arab Saudi, dan ketiga adalah tanker yang tidak diketahui.

Perkembangan ini membuat harga minyak kembali melonjak. Kemarin, harga minyak jenis brent melesat 5,8% ke US$ 76,15/barel.

Apabila situasi di Timur Tengah terus memanas, maka harga energi bakal terus meninggi. Akibatnya, dunia akan dihantui oleh ancaman inflasi.

Ketika itu terjadi, maka bank sentral di berbagai negara akan tidak memiliki opsi selain mengetatkan kebijakan moneter melalui kenaikan suku bunga acuan. Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), sehingga kurang diuntungkan dalam iklim suku bunga tinggi.

(aji)

No more pages