Logo Bloomberg Technoz

Saham–saham properti, saham konsumen non primer, dan saham keuangan menjadi penopang penguatan IHSG di zona hijau. Adapun masing–masing berhasil menguat 3,23%, 1,71% dan 1,58%.

Tercatat ada sebanyak–banyaknya 430 saham menguat, dan masih ada 212 saham melemah. Sedang terdapat sejumlah 141 saham yang stagnan.

Berdasarkan data Bloomberg, penguatan IHSG di zona hijau tak lepas dari kenaikan sejumlah saham big caps terutama saham Bank BCA dan saham Bank BRI yang menopang penuh hijaunya IHSG secara keseluruhan.

Saham Bank Central Asia (BBCA) berhasil menguat 175 poin atau mencapai 2,85% di level Rp6.300/saham usai sebanyak 183 juta saham ditransaksikan. Adapun nilai transaksi saham BCA sepanjang hari ini mencapai Rp1,14 triliun.

Yang juga sama potensialnya, saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mencatatkan kenaikan 70 poin dengan menguat 2,51% hingga ditutup di posisi Rp2.860/saham. Nilai transaksi jual–beli saham BRI mencapai 265 juta saham dengan nilai Rp756 miliar.

Sepuluh saham teratas yang menopang IHSG, berdasarkan data Bloomberg, Selasa.

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyumbang 15,57 poin
  2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyumbang 10,3 poin
  3. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menyumbang 6,31 poin
  4. PT Astra International Tbk (ASII) menyumbang 6,15 poin
  5. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyumbang 4,67 poin
  6. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menyumbang 4,38 poin
  7. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyumbang 3,29 poin
  8. PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) menyumbang 2,01 poin
  9. PT Indah Kiat Pulp and Paper Corp Tbk (INKP) menyumbang 1,78 poin
  10. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menyumbang 1,42 poin

Saham LQ45 unggulan lainnya turut menopang laju IHSG sepanjang hari hingga ditutup di teritori positif, saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) melesat 8,19%, saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) melejit 4,72%, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menguat 4,51%, dan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) meninggi 3,25%.

Susul saham PT XLSmart Tbk (EXCL) menguat 3,19%, saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) terapresiasi 2,84%, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) melaju dengan kenaikan 2,17%, dan saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) menguat 1,91%.

Cadangan Devisa RI Naik

Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia per Juni 2026. Hasilnya, terjadi peningkatan dibanding bulan sebelumnya, ditopang oleh penerimaan pajak dan jasa.

Pada Selasa, BI mengumumkan cadangan devisa RI untuk posisi Juni berhasil berada di US$145,6 miliar. Bertambah US$0,7 miliar dari bulan sebelumnya.

Perkembangan posisi cadangan devisa Juni 2026 dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah oleh Bank Indonesia (BI) sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, sebut laporan BI.

Posisi cadangan devisa pada Juni ini, lanjut laporan BI, setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Capaian tersebut solid berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Phintraco Sekuritas menyebut, data cadangan devisa Indonesia yang bertambah menjadi US$145,6 miliar pada Juni 2026 dari sebelumnya US$144.9 miliar pada Mei 2026, dengan nilai tukar rupiah yang berhasil ditutup menguat 0,07% di posisi Rp17.982/US$ di pasar spot, berdasarkan data Bloomberg, jadi faktor positif.

Terlebih lagi usulan DPR yang berpotensi mengurangi anggaran program MBG untuk tahun 2027, turut mengangkat pamor IHSG

Panin Sekuritas menuturkan hal serupa, usulan Komite Anggaran DPR terkait pemangkasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2027 guna meningkatkan efisiensi fiskal menjadi katalis positif.

Didorong juga oleh realisasi pendapatan negara hingga Juni 2026 yang bertumbuh 21,4% secara tahunan (year–on–year/yoy), menjadi Rp1.459 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan pendapatan ini ditopang oleh penerimaan perpajakan mencapai Rp1.187,8 triliun atau menguat 21,4% dengan didominasi oleh penerimaan pajak Rp1.035,7 atau tumbuh 24,6%. Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp152 triliun.

Kemudian, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tumbuh 21,6% atau Rp271 triliun yoy. Sementara penerimaan hibah sebanyak 0,7 triliun atau tumbuh 10,2%. 

Dari sisi belanja negara, realisasi telah mencapai Rp1.656 triliun atau tumbuh 17,8% (yoy). Belanja ini berasal dari belanja pemerintah pusat yakni Rp1.298 triliun, serta transfer ke daerah Rp357,4 triliun. 

Dengan itu, APBN mengalami defisit 0,76% pada Juni 2026.

Potensi IHSG Selanjutnya

Phintraco Sekuritas menganalisis, IHSG ditutup di atas level MA–20 dan MACD masih menunjukkan minat beli.

“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan rally dan menguji level psikologis di 6.000, namun perlu diwaspadai potensi pullback jangka pendek karena profit taking,” papar Phintraco Sekuritas.

Konfirmasi, IHSG ditutup di zona hijau, dengan berhasil breakout MA–20 di level 5962, dan sedikit lagi memasuki area 6.000. 

“IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance 6.287–6.377, bertepatan dengan MA–50 sekaligus Upper Paralel Channel,” terang Panin terhadap potensi IHSG esok hari.

Di sisi lain, jika IHSG bergerak di bawah MA–5 di level 5.891 nantinya, maka support selanjutnya adalah titik previous low 5.607.

(fad)

No more pages