Logo Bloomberg Technoz

Lebih lanjut, secara garis besar Shinta menyampaikan, Apindo sejatinya memandang Program Magang Nasional ini sebagai langkah positif untuk menjawab salah satu tantangan utama ketenagakerjaan Indonesia, yaitu memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. 

Selain itu bagi perusahaan, program magang bukan hanya sekadar memberikan pengalaman kerja kepada peserta, tetapi juga menjadi mekanisme yang efektif untuk membangun talent pipeline sekaligus melakukan identifikasi calon tenaga kerja sejak dini. 

"Melalui proses magang, perusahaan dapat mengenali kompetensi, karakter, kemampuan beradaptasi, hingga kesesuaian budaya kerja calon tenaga kerja sebelum mengambil keputusan rekrutmen secara permanen," jelasnya.

Meski demikian, ia tetap menegaskan magang bukan merupakan jaminan mutlak bagi peserta diterima atau direkrut perusahaan karena keputusan tersebut tetap bergantung pada kebutuhan bisnis masing-masing perusahaan, kondisi ekonomi, dan hasil evaluasi selama masa pemagangan.

Sehingga, kata Shinta perlu sejumlah perbaikan untu meningkatkan efektivitas Program Magang Nasional.  "Pertama, pemetaan kebutuhan tenaga kerja (labour market demand mapping) perlu dilakukan secara lebih presisi sehingga kompetensi yang dipersiapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masing-masing sektor industri."

Kedua, proses seleksi dan asesmen awal peserta perlu diperkuat agar proses kecocokan antara peserta dan perusahaan menjadi lebih optimal. Sebab, Shinta bilang masih terdapat perusahaan yang menyampaikan bahwa proses awal cukup bergantung pada self-assessment, sehingga kualitas pencocokan kompetensi belum selalu optimal atau sesuai dengan kebutuhan industri.

Terakhir, mendorong pemerintah untuk standarisasi kualitas mentoring dan proses pembelajaran di perusahaan agar pengalaman magang benar-benar memberikan peningkatan kompetensi yang terukur bagi peserta.

(ain)

No more pages