Respons Kemnaker soal Kurikulum Magang Nasional Ketinggalan Zaman
Sultan Ibnu Affan
25 June 2026 07:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengakui masih ada kesenjangan antara kurikurulum pendidikan yang masih belum selaras dengan kebutuhan dunia kerja, yang berimbas pada kompetensi pekerja di Indonesia.
Hal ini sebagai respons catatan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang menilai masih banyaknya kurikulum di berbagai jenjang belum sepenuhnya mengikuti perkembangan kebutuhan dunia usaha.
"Kami sependapat bahwa salah satu tantangan utama pengembangan SDM Indonesia adalah masih adanya kesenjangan antara kompetensi yang dihasilkan lembaga pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja yang berkembang sangat cepat," ujar Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi saat dihubungi, Kamis (25/6/2026).
Tetapi, Cris menilai penyelesaian skills gap tersebut tidak serta-merta hanya dapat dilakukan lewat perubahan kurikulum formal semata. Dunia usaha, kata dia, saat ini juga membutuhkan kompetensi yang dinamis.
Oleh sebab itu, diperlukan juga mekanisme yanhg memungkinkan peserta didik memperlohan pengalaman kerja nyata dan keteramplian yang relevan dengan kebutuhan industri terkini.




























