Pergerakan yield SUN yang cenderung bullish ini seiring dengan penguatan aset di pasar keuangan Asia. Penguatan serempak pada mata uang kawasan terjadi setelah Anggota Dewan Gubernur Federal Reserve Christopher Waller memberikan sinyal yang lebih menenangkan terkait arah komunikasi kebijakan moneter bank sentral AS.
Waller menengaskan bahwa forward guidance tetap jadi instrumen penting dalam kebijakan moneter selama digunakan secara fleksibel dan tidak mengikat pembuat kebijakan. Pernyataan tersebut dipandang sebagai upaya meredakan kekhawatiran pasar bahwa di bawah kepemimpinan Gubernur Kevin Warsh, bank sentral AS akan sepenuhnya meninggalkan praktik pemberian panduan mengenai arah suku bunga.
Yield Mendatar
Meski begitu, kurva yield hari ini terlihat cenderung mendatar. Terlihat pada pergerakan yield antara tenor pendek, menengah, dan panjang berda di rentang yang sangat sempit di kisaran 7,11% hingga 7,32%.
Penurunan yield cukup besar pada tenor pendek memang mencerminkan optimisme bahwa tekanan suku bunga mulai mereda, akan tetapi tekanan yang terjadi pada tenor 5 tahun dan 10 tahun justru seperti menunjukkan bahwa investor sebenarnya masih berhati-hati terhadap prospek fiskal, inflasi, dan kondisi pasar global.
Untuk diketahui, pekan lalu lembaga pemeringkat Fitch Ratings menyebut dapat menurunkan peringkat utang Indonesia jika cadangan devisa RI terus menyusut. Sebab, idealnya negara dengan peringkat utang BBB memiliki cadangan devisa 5 bulan pembayaran impor dan utang luar negeri.
Fitch memperkirakan cadangan devisa RI hingga akhir 2026 dapat menyusut jadi 4,9 bulan pembayaran impor dan utang luar negeri, jika kondisi defisit neraca dagang terus berlangsung dan berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan.
Namun, Ekonom Citi Helmi Arman berpendapat berbeda. Dia memperkirakan defisit transaksi berjalan berjalan akan kembali menyempit menjadi sekitar 1% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal III-2026, dan turun menjadi di bawah 1% pada kuartal IV. Perbaikan ini tertopang oleh penurunan harga minyak mentah, peningkatan produksi dari sektor pertambangan, serta melambatnya impor.
(dsp/aji)






























