Logo Bloomberg Technoz

Posisi Investor Asing Kala IHSG Finis di Jalur Hijau

Muhammad Julian Fadli
07 July 2026 09:00

Karyawan dengan latar layar pergerakan saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (9/3/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Karyawan dengan latar layar pergerakan saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (9/3/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pada perdagangan kemarin, Senin 6 Juli 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau dengan keberhasilan menguat 40,29 poin (0,69%) di posisi 5.916.

Berseberangan dengan penguatan IHSG, investor asing masih melangsungkan jual bersih (net sell) mencapai Rp190 miliar di perdagangan saham seluruh pasar. Di pasar reguler investor asing net sell Rp163 miliar.

Adapun investor asing net sell terbesar pada saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencapai Rp85,96 miliar. Biarpun tertekan aksi jual, saham BMRI tetap berhasil menguat 0,51% di posisi Rp4.030/saham.


Berikut 10 saham dengan angka net sell paling masif oleh investor asing sepanjang perdagangan kemarin:

  1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp85,96 miliar
  2. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp82,73 miliar
  3. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp78,1 miliar
  4. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp42,15 miliar
  5. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp41,2 miliar
  6. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp29,12 miliar
  7. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp25,99 miliar
  8. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp23,35 miliar
  9. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp20,51 miliar
  10. PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) Rp19,26 miliar

Sementara itu, diam–diam investor asing net buy terbesar pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp168,12 miliar. Terdorong tren pembelian, saham BBCA menguat 1,24% di posisi Rp6.125/saham.