Prospek Kesepakatan Hormuz Meredup, Harga Minyak Naik
News
11 August 2026 07:00

Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak mempertahankan penguatan tiga hari berturut-turut setelah Presiden AS Donald Trump mengajukan deretan tuntutan baru yang drastis kepada Iran. Langkah ini makin memperkeruh prospek tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz yang krusial.
West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$82 per barel setelah ditutup menguat 5,1% pada sesi sebelumnya. Sementara itu, harga Brent menetap di bawah US$88 per barel. Trump menuntut Iran memberikan kompensasi atas seluruh korban yang tewas dalam konflik setelah Teheran kembali meminta reparasi sebagai bagian dari perundingan untuk mengakhiri konflik.
Trump mengatakan dalam unggahan di media sosial bahwa dia akan memasukkan tuntutan baru tersebut “secara tegas ke dalam setiap negosiasi di masa mendatang.” Sikap yang semakin keras itu membuat kesepakatan segera antara Teheran dan Washington yang dapat membantu mengakhiri perang dan membuka kembali Hormuz semakin sulit tercapai.
Iran dan Oman telah berunding mengenai kesepakatan untuk membuka kembali jalur perairan tersebut. Namun, Teheran pada Senin (10/8) kembali menegaskan bahwa kesepakatan hanya dapat tercapai jika AS mengakhiri blokadenya dan memberikan kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan. Sebelum perang, sekitar seperlima minyak dunia dan gas alam cair (LNG) dikirim ke pasar global melalui Selat Hormuz.
































