Logo Bloomberg Technoz

BPOM Setujui Fexuprazan untuk Esofagitis Erosif

Dinda Decembria
10 August 2026 16:30

BPOM Temukan 22 Obat Herbal Ilegal Berisiko Meninggal Mendadak (Bloomberg Technoz)
BPOM Temukan 22 Obat Herbal Ilegal Berisiko Meninggal Mendadak (Bloomberg Technoz)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) menerbitkan izin edar obat dengan zat aktif baru fexuprazan untuk pengobatan esofagitis erosif pada April 2026. Obat ini bekerja dengan menghambat produksi asam lambung melalui pengendalian enzim H⁺/K⁺-ATPase pada sel parietal.

BPOM menyampaikan informasi tersebut melalui akun Instagram resminya @bpom_ri. Dalam unggahannya, BPOM menyebut fexuprazan bekerja dengan menghambat pompa proton secara langsung dan bersifat reversibel.

“BPOM terus mendukung hadirnya terapis inovatif untuk memenuhi kebutuhan pengobatan masyarakat,"ujar BPOM dalam postingannya, Senin (10/8).


Esofagitis erosif merupakan kondisi ketika lapisan esofagus atau kerongkongan mengalami kerusakan akibat paparan asam lambung. Kondisi tersebut dapat berkembang akibat gastroesophageal reflux disease (GERD), yakni ketika terjadi aliran balik asam lambung ke esofagus.

BPOM menyebut paparan asam lambung dalam jangka panjang dapat mengiritasi sel esofagus dan menyebabkan esofagitis erosif. Dalam materi edukasinya, BPOM juga mencantumkan sekitar 30% kasus GERD dapat berkembang menjadi esofagitis erosif.