Trump Ajukan Tuntutan Baru ke Iran, Harapan Kesepakatan Menipis
News
11 August 2026 06:00

Josh Wingrove dan Patrick Sykes - Bloomberg News
Bloomberg, Presiden AS Donald Trump mengajukan sejumlah tuntutan baru terhadap Iran setelah Teheran kembali menyuarakan permintaan kompensasi sebagai bagian dari perundingan untuk mengakhiri konflik. Hal ini semakin meredupkan harapan tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat yang dapat membuka kembali Selat Hormuz yang vital, sementara harga minyak kembali melonjak.
“Saya juga menuntut kompensasi dari Iran untuk semua orang yang telah mereka bunuh dan lukai parah dengan bom pinggir jalan serta dalam berbagai konflik,” tulis Trump di media sosial. “Selain itu, kompensasi harus dibayarkan kepada keluarga dari ratusan ribu pengunjuk rasa tak bersalah yang telah dibunuh Iran selama 50 tahun terakhir.”
Trump mengatakan tuntutan baru tersebut akan dimasukkan “secara tegas dalam setiap dan semua negosiasi di masa depan.” Tuntutan tersebut hampir pasti akan ditolak Iran dan muncul setelah Teheran menegaskan bahwa mereka menginginkan kompensasi atas perang yang dilancarkan AS dan Israel pada 28 Februari. Tak lama setelah unggahannya, Trump memperluas tuntutannya dengan mengatakan Iran harus bertanggung jawab atas “kerusakan dan kematian warga Lebanon, Suriah, Yaman, dan Gaza,” tanpa memberikan rincian.
Sikap keras dari kedua pihak membuat kesepakatan segera antara Washington dan Teheran mengenai Hormuz semakin sulit tercapai. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat membantu mengakhiri perang. Trump dan sejumlah pejabat AS sebelumnya sempat membuat pasar optimistis dengan menyatakan kesepakatan dengan Teheran semakin dekat, sementara Iran dan Oman secara bersamaan melakukan pembicaraan mengenai Selat Hormuz.





























