Logo Bloomberg Technoz

OJK: Tren Pembiayaan Alat Berat Juni 2026 Terkontraksi 0,22%

Redaksi
07 August 2026 19:40

Petugas menggunakan alat berat mengangkut sampah di Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS), Rabu (5/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Petugas menggunakan alat berat mengangkut sampah di Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS), Rabu (5/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut bahwa tren  penyaluran pembiayaan alat berat oleh Perusahaan Pembiayaan alat berat hingga Juni 2026 ini mengalami kontraksi 0,22% yoy menjadi Rp48,65 triliun.

OJK menyebut bahwa kontribusi pembiayaan alat berat tersebut didominasi oleh sektor pertambangan dan penggalian dengan nilai Rp27,13 triliun atau 55,76% dari total pembiayaan alat berat.

Meski begitu, OJK meyakini bahwa di semester II-2026 ke depan pembiayaaan alat berat akan mengalami perbaikan.


“Pembiayaan alat berat diperkirakan membaik hingga akhir tahun 2026 seiring dengan perkembangan aktivitas pada sektor-sektor pengguna alat berat,” kata Indra Salfian A, Kepala Departemen Perizinan, Pemeriksaan Khusus dan Pengendalian Kualitas Pengawasan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan OJK, dalam keterangan tertulisnya dikutip Jumat (7/8/2026).

Sebagai informasi, sejumlah produsen alat berat seperti PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan penurunan pendapatan bersih sebesar 15% menjadi Rp58,29 triliun pada semester I-2026, dari Rp68,53 triliun pada periode yang sama tahun lalu.