Bursa Asia Bersiap Dibuka Datar Jelang Rilis Data Inflasi AS
News
11 August 2026 06:40

Rob Verdonck - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak bertahan di level tinggi setelah harapan tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz memudar. Sementara itu, bursa saham Asia diperkirakan bergerak terbatas menjelang rilis data inflasi penting Amerika Serikat (AS).
Harga minyak mentah AS bergerak stabil di kisaran US$82 per barel pada perdagangan awal setelah menguat sekitar 9% dalam tiga sesi sebelumnya. Kontrak berjangka saham menunjukkan pembukaan yang relatif datar untuk indeks di Sydney dan Hong Kong, sementara bursa Tokyo ditutup karena libur. Kontrak berjangka S&P 500 juga stabil setelah indeks acuan tersebut ditutup nyaris tidak berubah pada Senin (10/8).
Donald Trump mengecam tuntutan Iran terkait kompensasi sebagai bagian dari perundingan untuk mengakhiri konflik. Sikap tersebut meredupkan harapan tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat yang dapat membuka kembali Selat Hormuz. Pada Minggu, Trump sebelumnya memberi sinyal bahwa dia siap membiarkan tekanan ekonomi terhadap Iran meningkat ketimbang melancarkan serangan baru. Kenaikan biaya energi akibat perang di Timur Tengah memicu kekhawatiran bahwa Federal Reserve (The Fed) perlu menaikkan suku bunga tahun ini meski pasar tenaga kerja mulai melambat.
“Kegagalan pemerintah kedua negara untuk menggelar perundingan mengkhawatirkan pelaku Wall Street, yang pekan lalu menilai jalan menuju kesepakatan semakin terbuka,” kata Jose Torres dari Interactive Brokers.































