Logo Bloomberg Technoz

Pengembangan LTJ RI Dinilai Tertinggal, Peta Jalan Dipertanyakan

Azura Yumna Ramadani Purnama
10 August 2026 15:40

Ilustrasi rare earth. (Bloomberg)
Ilustrasi rare earth. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai rencana pengembangan logam tanah jarang (LTJ) yang digaungkan pemerintah terbilang terlambat, sebab Indonesia tertinggal dibandingkan dengan negara lain.

Meskipun begitu, Fahmy menilai Indonesia tidak bisa berdiam diri menyaksikan unsur LTJ ikut terkespor dalam olahan logam Indonesia.

Dia tetap mendorong pemerintah untuk segera menyusun peta jalan pengembangan LTJ yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.


Fahmy menilai ekosistem pengolahan LTJ yang terintegrasi seperti di sejumlah negara lain menjadi kunci suksesnya pengembangan mineral kritis tersebut.

Nah sehingga nanti terbentuklah industrialisasi dari tanah jarang tadi itu. Ini memang takes time. Jadi saya kira yang sekarang sudah tepat itu ya pelarangan atau memperketat ekspor bahan baku tanah jarang tadi, kemudian yang penting ada roadmap dari hulu sampai hilir,” kata Fahmy ketika dihubungi, Senin (10/8/2026).

Pekerja menangani sampel tanah di proyek eksplorasi tanah jarang Meteoric Resources di Caldas Novas, Brasil./Bloomberg-Victor Moriyama