Neil mengungkapkan, game buatan Indonesia saat ini baru menguasai sekitar 2,5% dari total nilai pasar industri game nasional. Kondisi tersebut menunjukkan dominasi game asing di pasar domestik masih sangat besar, sekaligus mencerminkan peluang pertumbuhan yang masih terbuka bagi pengembang lokal.
Ekspor Produk Digital Belum Tercatat Optimal
Selain pangsa pasar yang masih kecil, pemerintah juga menilai kontribusi industri game terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) belum tergambar secara utuh. Salah satu penyebabnya adalah metode penghitungan ekspor yang masih berfokus pada barang fisik, sehingga transaksi produk digital belum tercatat secara optimal.
Director Gim Ekraf, Luat Sihombing, mengatakan salah satu komponen utama dalam penghitungan PDB adalah ekspor. Namun, hingga kini nilai ekspor game dan aplikasi digital belum sepenuhnya masuk dalam statistik resmi.
"Salah satu parameter PDB adalah ekspor. Selama ini yang dihitung oleh BPS terhadap sektor ekonomi kreatif, yang tahun lalu mencapai lebih dari US$27 miliar, porsi game atau aplikasi digital masih kecil. Itu karena yang dihitung sebagian besar masih berupa barang," ujar Luat.
Menurutnya, Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia tengah menyusun mekanisme agar ekspor produk digital dapat dihitung secara lebih akurat.
"Kita sedang mendorong ke BPS dan Bank Indonesia bagaimana caranya kita mulai bisa menghitung produk-produk yang sifatnya digital. Jadi nanti tidak hanya game, tetapi juga produk digital lainnya," ucap dia.
Di sisi lain, Luat juga menyoroti masih minimnya investasi di industri game nasional. Menurut dia, mayoritas studio game Indonesia masih berskala independen atau indie. Sementara pendanaan lebih banyak berasal dari perusahaan penerbit atau publisher yang membiayai pengembangan game lokal.
"Investasi di sektor game juga belum terlalu besar. Kebanyakan studio game kita masih berskala indie, sementara investasi lebih banyak datang dari publisher yang menginvestasikan dananya ke produk-produk game Indonesia," pungkas dia.
(wep)































