Logo Bloomberg Technoz

OJK Bicara Soal Investor Baru Saat Proses Demutualisasi BEI

Cahya Puteri Abdi Rabbi
10 August 2026 20:35

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), penyelenggara pasar modal di Indonesia. (Dok: Rosa Panggabean/Bloomberg)
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), penyelenggara pasar modal di Indonesia. (Dok: Rosa Panggabean/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan proses awal demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai berjalan tahun ini, seiring penjajakan terhadap calon pemegang saham baru di luar anggota bursa.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyampaikan bahwa komunikasi dengan pihak-pihak seperti Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Danantara telah dilakukan untuk membuka peluang partisipasi dalam kepemilikan saham bursa.

“Kami sudah memulai melakukan pembicaraan dan mengundang partisipasi mereka untuk melihat kemungkinan pada saat nanti demutualisasi terjadi apakah mereka berminat untuk menjadi peminat awal pemegang saham Bursa di luar anggota Bursa,” kata Hasan di Gedung BEI Jakarta pada Senin (10/8/2026).


Proses demutualisasi diarahkan masuk tahap persiapan pada tahun ini. Adapun mekanisme penawaran saham kepada pihak di luar anggota bursa akan ditentukan melalui mekanisme korporasi BEI, termasuk melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Timeline demutualisasi yang kita harapkan bisa dimulai proses persiapannya di tahun ini, kemudian kita kembalikan kepada mekanisme korporasi BEI melalui RUPS untuk menetapkan, bagaimana mekanisme penawaran saham kepada pihak lain di luar anggota Bursa, termasuk timeline-nya,” ujar Hasan.