Logo Bloomberg Technoz

Pakar Minta RI Waspada Terkait Kasus Flu Burung H5 di Australia

Dinda Decembria
25 June 2026 13:50

Ilustrasi Flu Burung (Envato/YuriArcursPeopleimages)
Ilustrasi Flu Burung (Envato/YuriArcursPeopleimages)

Bloomberg Technoz, Jakarta -Temuan pertama virus influenza burung varian H5 yang sangat patogen pada burung liar di Esperance, Western Australia, memicu kekhawatiran terhadap industri unggas Australia dan menjadi peringatan bagi negara-negara di kawasan, termasuk Indonesia, untuk memperkuat pengawasan serta sistem biosekuriti.

Pakar Genetika Ekologi IPB University, Prof. Ronny Rachman Noor, mengatakan kekhawatiran tersebut cukup beralasan mengingat sektor perunggasan memiliki peran penting dalam ketahanan pangan dan perekonomian Australia. 

Negara tersebut memproduksi sekitar 1,3 juta ton daging ayam dan 6 miliar butir telur setiap tahun, dengan nilai industri mencapai AUD 7 miliar serta melibatkan ribuan peternak.


“Ayam adalah sumber protein utama di Australia, dengan konsumsi mencapai 45 kilogram per orang per tahun,” ujar Prof Ronny dalam keterangannya, Rabu (24/6).

Menurut dia, Australia sebelumnya pernah menghadapi wabah flu burung varian H7 di peternakan unggas. Untuk mengendalikan penyebaran penyakit, pemerintah setempat melakukan pemusnahan jutaan ekor ayam, meskipun langkah tersebut menimbulkan kerugian ekonomi dan mengganggu pasokan telur di dalam negeri.