Logo Bloomberg Technoz

Fundamental Bank Kuat

Khusus di sektor perbankan, kata dia, kondisi tersebut antara lain ditopang oleh Posisi Devisa Neto (PDN) yang rendah dan jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan regulator.

Berdasarkan data OJK per April 2026, PDN tercatat sebesar 1,63% dalam posisi long, jauh di bawah ambang batas 20%. Selain itu, risiko kredit perbankan juga tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 2,17% atau masih di bawah level 3%. 

Dia menegaskan, likuiditas perbankan juga dinilai tetap memadai. Rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) dan alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) masih berada di atas ambang batas masing-masing sebesar 10% dan 50%. Sementara Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 86,88% dan masih berada dalam kisaran ideal 78%-92%. 

“LCR perbankan tercatat sebesar 192,37%, masih jauh di atas threshold dan masih mencukupi untuk memenuhi likuiditas jangka pendek perbankan ke depan,” tambahnya.

Dampak bagi Debitur Berbasis Valas

Meski demikian, Dian mengingatkan pelemahan rupiah yang berlanjut berpotensi menekan kemampuan bayar debitur yang memiliki eksposur tinggi terhadap valuta asing.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kredit sehingga perbankan perlu memastikan kecukupan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) serta menjaga ketahanan modal.

Per April 2026, rasio CKPN terhadap NPL tercatat sebesar 165,35%, yang dinilai masih memadai untuk mengantisipasi potensi risiko kredit perbankan. Sementara itu, ketahanan modal perbankan tetap kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 23,97%.

Untuk memastikan risiko tetap terkendali, OJK menyatakan terus memantau perkembangan risiko di industri perbankan dan meminta bank menerapkan manajemen risiko secara menyeluruh.

Di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, OJK juga meningkatkan fokus pada pengawasan individual bank serta secara berkala melakukan stress test dengan memasukkan skenario pelemahan nilai tukar rupiah sebagai salah satu asumsi.

“Berdasarkan hasil stress test tersebut, sektor perbankan dinilai masih mampu untuk menghadapi potensi tekanan yang timbul dari pelemahan nilai tukar rupiah,” imbuhnya.

(mfd/ell)

No more pages